Perbedaan pasar konsumen dan pasar bisnis
> Struktur Pasar
Pemasar Bisnis umumnya berhubungan dengan konsumen yang jumlahnya lebih sedikit namun memiliki kapasitas besar dibandingkan pemasar konsumen. Hal ini juga terjadi dalam pasar bisnis yang besar, dimana pembeli sering mendominasi pembelian.
> Karakteristik Permintaan
Perbedaan pasar konsumen dan pasar bisnis berdasarkan karakteristik permintaan adalah sifat permintaan, stabilitas permintaan dan elastisitas permintaan.
> Karakteristik unit pembelian
Pembelian dalam pasar bisnis biasanya ikut melibatkan pihak lainnya dalam mengambil keputusan sehingga usaha pembelian lebih professional dibandingkan dengan pasar konsumen.
>Tipe keputusan dan proses pengambilan keputusan
Umumnya pembeli bisnis menghadapi keputusan pembelian yang lebih kompleks dibandingkan dengan pembeli bisnis konsumen. Hal ini disebabkan pembelian biasanya mencakup jumlah besar, jadi perlu dilakukan pertimbangan teknis dan ekonomi yang lebih kompleks serta banyak interaksi yang dilakukan pada level tertentu pada pihak pembeli.
>Karakteristik pemasaran
Perbedaan antara pasar konsumen dan pasar bisnis dari sisi karakteristik pemasarannya terdapat banyak perbedaan pula dan untuk lebih jelasnya lihat kembali poin di atas yang membahas mengenai karakteristik pasar konsumen dan karakteristik pasar bisnis.
SEGMENTING ,TARGETING ,POSITIONING
>Pengertian Segmenting adalah membagi pasar menjadi Segmen -Segmen konsumen yang sama jenisnya,targeting adalah memilih satu atau lebih segment pasar dan positioning adalah Penempatan produk agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.
Keuntungan Segmentasi pasar :
Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu di benak konsumen.
langkah -langkah dalam positioning :
Keuntungan Segmentasi pasar :
- Peng"Kotakan "dari segmen pasar
- Sebagai dasar untuk strategi pemasaran
- Membantu menghadapi perubahan permintaan pasar
- Untuk menilai kekuatan dan kelemahan pesaing
- Memudahkan alokasi kegiatan pemasaran
- Pasar konsumen ---->Tanggapan konsumen terhadap suatu produk.
- Pasar industri -------->Tingkat penggunaan ----> siapa konsumen akhir
- Dapat di ukur
- Mendatangkan Keuntungan
- Dapat di capai dan dilayani secara efektif
- program di susun untuk menarik dan melayani konsumen segmen tersebut.
- ukuran segment dan pertumbuhan
- struktur segment dan kebiasaan konsument
- sumber daya perusahaan
- Tahapan survey :Penelitian awal,untuk mengetahui motivasi sikap dan perilaku konsumen.
- Tahap analisis untuk menganalisis dan mengeluarkan faktor -faktor yang berkorelasi tinggi.
- Tahap Profiling untuk masing -masing segment diberi ciri yang berbeda -beda
- Undifferentiated marketing (tak ada perbedaan segmentasi seluruh pasar ingin di jangkau
- Dufferetiated marketing (pasar di bagi beberapa segment dan perusahaan membuat penawaran -penawaran berbeda untuk masing masing segment)
- Concentrated marketing (konsentrasi pada satu segment)
Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu di benak konsumen.
langkah -langkah dalam positioning :
- Mengenali keunggulan -keunggulan yang dapat di tampilkan
- Memilih keunggulan yang paling kuat
- Menyampaikan keunggulan secara efektif pada targeting
- Penting (dari sisi konsumen)
- Berbeda (belum ada pesaing yang menawarkan)
- Unggul (superior)
- Dapat di komunikasikan (menjadi perhatian dari pembeli)
- Pelopor (Pesaing sulit meniru)
- Harga terjangkau
- Menguntunkan
Cara melakukan positioning
- derajat kepentingan (importence) , artinya atribut tersebut sangat bernilai di mata sebagian besar pelanggan.
- Keunikan (distinctiveness), artinya atribut tersebut tidak ditawarkan perusahaan dibandingkan pesaingnya.
- Superioritas, artinya atribut tersebut lebih unggul dari pada cara-cara lain untuk mendapatkan manfaat yang sama.
- Dapat dikomunikasikan ( communicability), artinya atribut tersebut dapat dikomunikasikan secara sederhana dan jelas, sehingga pelanggan dapat memahaminya.
- Preemptive, artinya atribut tersebut tidak mudah ditiru oleh oleh para pesaing.
- Terjangkau (affordability), artinya pelanggan sasaran akan mampu dan bersedia membayar perbedaan/keunikan atribut tersebut. Setiap tambahan biayaatas karakteristik khusus diperpanjang sepadan nilai tambahannya.
- Kemampulabaan (profitability), artinya perusahaan bisa memperoleh tambahan laba dengan menonjolkan perbedaan tersebut.
contoh positioning
- positioning berdasarkan harga dan kualitas (price and quality positioning), yaitu positioning yang berusaha menciptakan kesan/citra berkualitas tinggi lewat harga tinggi atau sebaliknya menekankan harga murah sebagai indikator nilai.
- positioning yang dilandasi aspek penggunaan atau aplikasi (use/application positioning) . misalnya Yogurt diposisikan sebagai minuman yang menyehatkan.
- positioning berdasarkan pemakai produk (user positioning), yaitu mengaitkan produk dengan kepribadian atau tipe pemakai. Misalnya sony memiliki berbagai macam model yang ditunjukan kepada bermacam-macam pemakai yang berbeda, mulai dari yang amatir hingga prosefional.
- positionging berdasarkan kelas produk tertentu (product class positioning) , misalnya permen kopiko yang diposisikan sebagai kopi berbentuk permen, bukan permen rasa kopi.
- positioning berkenaan dengan pesaing (competitor positioning), yaitu dikaitkan dengan posisi persaingan terhadap pesaing utama.
- positionging berdasarkan manfaat (benefit positioning).
Secara umum metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;
1. Penetapan harga berdasarkan biaya
a) Penetapan Harga Biaya Plus
Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada unit tersebut ( margin )
Rumus ; Biaya Total + Margin = Harga Jual
b) Penetapan Harga Mark-Up
Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu
Rumus ; Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
c) Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )
Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus ; BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
2. Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor
Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli. misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.
3. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Pada analisa ini konsumen diminta untuk memberikan pernyataan dimana konsumen merasa harga murah, terlalu murah, terasa mahal dan terlalu mahal dan dikaitkan dengan kualitas yang diterima.
Dasar Penetapan Harga
Menurut Machfoedz (2005: 136) “penetapan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Adapun faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penetapan harga adalah:
a. Faktor-faktor Intern
1) Sasaran Pemasaran
Sasaran-sasaran yang umum bertahan hidup dengan menetapkan harga terendah selama harga penjualan masih dapat menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap sehingga perusahaan masih tetap survival. Sasaran kedua memaksimumkan laba jangka pendek dimana perusahaan lebih menitikberatkan pada kemampuan keuangan yang ada. Sasaran ketiga kepemimpinan market share dengan menetapkan harga yang serendah mungkin, untuk menjadi lebih unggul dalam market-share. Dan sasaran terakhir adalah kepemimpinan mutu produk dimana perusahaan menetapkan harga yang tinggi untuk menutup biaya pengendalian mutu produk.
2) Strategi Marketing-Mix
Keputusan mengenai harga harus dikoordinasikan dengan keputusan-keputusan mengenai desain produk, distribusi dan promosi. Disini harga merupakan faktor kunci penentuan posisi produk di pasar, desain produk, dan berapa besarnya biaya yang diperlukan, selain itu juga menentukan ciri-ciri produk yang akan ditawarkan.
3) Biaya
Perusahaan menetapkan suatu harga yang dapat menutup semua biaya untuk memproduksi, mendistribusi dan menjual produk tersebut, termasuk suatu tingkat laba yang wajar atas segala upayanya serta resiko yang dihadapinya.
4) Pertimbangan Organisasi
Manajemen harus menetapkan siapa di dalam organisasi yang bersangkutan yang bertanggung jawab atas penetapan harga. Mereka yang juga turut mempengaruhi penetapan harga ialah manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan dan akuntan serta para wiraniaga.
b. Faktor-faktor Ekstern
1) Pasar dan Permintaan
Sebelum menetapkan harga, pemasar harus memahami hubungan antara harga dan permintaan terhadap produk atau jasa itu. Persepsi konsumen mengenai harga dan nilai dimana konsumen lah yang akan menentukan tepat tidaknya harga sebuah produk. Ketika menetapkan harga, perusahaan harus memperhatikan pula persepsi konsumen terhadap harga, bagaimana persepsi tersebut mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan juga penetapan harga dalam berbagai jenis pasar.
2) Biaya, Harga dan Tawaran Pesaing
Seorang konsumen yang mempertimbangkan akan membeli sebuah produk, akan mengevaluasi harga produk yang satu dengan produk sejenis lainnya, dan membandingkan kualitas produk-produk itu. Oleh karena itu perusahaan dalam memetapkan harga juga harus mengetahui harga dan mutu yang ditawarkan masing-masing perusahaan pesaing.
3) Faktor-faktor Eksternal Lainnya
Faktor-faktor lain itu, pertama kondisi ekonomi seperti inflasi, boom, resesi, serta tingkat bunga, mempengaruhi keputusan mengenai harga karena faktor-faktor tersebut mempengaruhi biaya produksi sebuah produk dan persepsi konsumen terhadap harga serta nilai produk itu. Kedua penjual-ulang, perusahaan harus menetapkan harga yang dapat memberikan laba yang wajar kepada penjual-ulang, meningkatkan dukungan mereka, dan membantu mereka untuk menjual produk secara efektif. Ketiga adalah pemerintah, dimana pemasar perlu mengetahui harga dan menjamin bahwa kebijakan mereka dalam penetapan harga tidak melanggar Undang-Undang.
Bentuk-bentuk saluran distribusi:
1. Saluran distribusi secara langsung, adalah yang menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen secara langsung. Contoh: pasar buah-buahan, pasar sayuran.
2. Saluran distribusi secara tidak langsung, adalah menyalurkan barang dengan menggunakan alat-alat pembantu. Contoh: adanya agen, adanya pedagang besar.
contoh iklan baris
1. Jl mtr Honda htm, 6jt nego, hub: 08123456374
2. Salon Citra mnwrkn promo 2 pkt spa utk prmpuan. hub: 6127474
3. Jl tnh 100m2, 300jt nego, hub: 0892642762
4. Dcari mbil Hnd Jazz merah B1234XR, hub: 0873282631873
5. Dcari oprtr kmptr, brpengalaman, hub: 62234212
1. Saluran distribusi secara langsung, adalah yang menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke tangan konsumen secara langsung. Contoh: pasar buah-buahan, pasar sayuran.
2. Saluran distribusi secara tidak langsung, adalah menyalurkan barang dengan menggunakan alat-alat pembantu. Contoh: adanya agen, adanya pedagang besar.
contoh iklan baris
1. Jl mtr Honda htm, 6jt nego, hub: 08123456374
2. Salon Citra mnwrkn promo 2 pkt spa utk prmpuan. hub: 6127474
3. Jl tnh 100m2, 300jt nego, hub: 0892642762
4. Dcari mbil Hnd Jazz merah B1234XR, hub: 0873282631873
5. Dcari oprtr kmptr, brpengalaman, hub: 62234212
> Pakailah shampo aladin untuk mengatasi segala keluhan rambutmu serta dilengakapi dengan conditioner
>“3 Langkah MUDAH Menghasilkan UANG Dari Internet”
“DIJAMIN Balik Modal Dalam Seminggu. GARANSI Uang Kembali”
>Dealer Pulsa Jakarta
Gak perduli biar jalan-jalan di Jakarta macet total setiap hari, tapi bisnis ini tetap lancar selalu. Banyak orang Jakarta yang sudah bergabung disini. Bebas macet, panas, debu, capek, keringat dll. Pokoknya dijamin aman dan lancar.http://www.kios-pulsa.com/dealer-pulsa-jakarta.php
Produk konsumen dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
1. Convenience Goods
Barang convenience adalah barang yang sering dibeli, harganya tidak mahal dan keputusan membeli tidak memerlukan banyak pertimbangan atau berdasarkan kebiasaan saja. Barang convenience dibagi menjadi beberapa jenis, yakni :
a. Barang Bahan Pokok / staples goods
Adalah barang yang sering dibeli rutin tanpa banyak pertimbangan yang umumnya merupakan barang kebutuhan sehari-hari seperti obat, bahan makanan, dan lain sebagainya.
b. Barang Dorongan Hati Sesaat / Impulse Goods
Adalah barang-barang yang dibeli tanpa adanya perencanaan dan pertimbangan yang matang seperti makanan ringan di rak antrian kasir.
c. Barang Darurat dan Mendesar / Emergency Goods
Adalah barang yang dibeli ketika masa-masa kritis atau darurat seperti jasa tambal ban, ambulan, mobil derek, pemadam kebakaran, dll.
2. Shopping Goods
Barang Shopping adalah barang yang untuk memutuskan membelinya butuh pertimbangan seperti dengan melakukan perbandingan dan pencarian informasi produk dari berbagai sumber. Jenis barang ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Homogenous Shooping Goods
adalah barang yang pada dasarnya sama namun harga tiap toko beda sehingga konsumen mencari harga termurah. Contoh : Mobil, motor, televisi, kaset tape, dsb.
b. Heterogenous Shopping Goods
adalah barang yang dianggap berbeda dan ingin melihat mutu dan kecocokan barang terlebih dahulu di mana ciri dan keunikan lebih berpengaruh dibandingkan dengan harga. Contohnya seperti perabot rumah tangga, parts komputer, dan lain-lain.
3. Unsought Good / Barang Yang Tidak Dicari
Unsought goods adalah barang yang belum diinginkan dan tidak diketahui oleh konsumen potensial. Jenis barang ini dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu :
a. New Onsought Goods / Barang Unsought Baru
adalah barang yang benar-benar baru sehingga tidak dikatahui konsumen seperti laptop dan ponsel yang akan dirilis.
b. Regularly Unsought Goods / Barang Unsought Rutin
adalah barang yang selalu tidak dicari tetapi belum tentu tidak butuh seperti produk peti mati, batu nisan, dan lain sebagainya.
4. Specialty Goods
Specialty goods adalah barang eksklusif, unik dan mahal yang hanyak bisa dimiliki segelintir orang saja namun dicari orang seberapa pun harganya dan tempat belinya seperti produk jam merek terkenal, jaguar, dsb.
5. Produk Industri / Industrial Goods
Produk industri adalah produk yang dipakai perusahaan untuk operasional menghasilkan barang dan atau jasa. Produk industri dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti produk instalasi, peralatan tambahan, persediaan, pelayanan, bahan mentah, komponen dan lain-lain.
1. Convenience Goods
Barang convenience adalah barang yang sering dibeli, harganya tidak mahal dan keputusan membeli tidak memerlukan banyak pertimbangan atau berdasarkan kebiasaan saja. Barang convenience dibagi menjadi beberapa jenis, yakni :
a. Barang Bahan Pokok / staples goods
Adalah barang yang sering dibeli rutin tanpa banyak pertimbangan yang umumnya merupakan barang kebutuhan sehari-hari seperti obat, bahan makanan, dan lain sebagainya.
b. Barang Dorongan Hati Sesaat / Impulse Goods
Adalah barang-barang yang dibeli tanpa adanya perencanaan dan pertimbangan yang matang seperti makanan ringan di rak antrian kasir.
c. Barang Darurat dan Mendesar / Emergency Goods
Adalah barang yang dibeli ketika masa-masa kritis atau darurat seperti jasa tambal ban, ambulan, mobil derek, pemadam kebakaran, dll.
2. Shopping Goods
Barang Shopping adalah barang yang untuk memutuskan membelinya butuh pertimbangan seperti dengan melakukan perbandingan dan pencarian informasi produk dari berbagai sumber. Jenis barang ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :
a. Homogenous Shooping Goods
adalah barang yang pada dasarnya sama namun harga tiap toko beda sehingga konsumen mencari harga termurah. Contoh : Mobil, motor, televisi, kaset tape, dsb.
b. Heterogenous Shopping Goods
adalah barang yang dianggap berbeda dan ingin melihat mutu dan kecocokan barang terlebih dahulu di mana ciri dan keunikan lebih berpengaruh dibandingkan dengan harga. Contohnya seperti perabot rumah tangga, parts komputer, dan lain-lain.
3. Unsought Good / Barang Yang Tidak Dicari
Unsought goods adalah barang yang belum diinginkan dan tidak diketahui oleh konsumen potensial. Jenis barang ini dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu :
a. New Onsought Goods / Barang Unsought Baru
adalah barang yang benar-benar baru sehingga tidak dikatahui konsumen seperti laptop dan ponsel yang akan dirilis.
b. Regularly Unsought Goods / Barang Unsought Rutin
adalah barang yang selalu tidak dicari tetapi belum tentu tidak butuh seperti produk peti mati, batu nisan, dan lain sebagainya.
4. Specialty Goods
Specialty goods adalah barang eksklusif, unik dan mahal yang hanyak bisa dimiliki segelintir orang saja namun dicari orang seberapa pun harganya dan tempat belinya seperti produk jam merek terkenal, jaguar, dsb.
5. Produk Industri / Industrial Goods
Produk industri adalah produk yang dipakai perusahaan untuk operasional menghasilkan barang dan atau jasa. Produk industri dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti produk instalasi, peralatan tambahan, persediaan, pelayanan, bahan mentah, komponen dan lain-lain.